Tutorial Lengkap Cara Menggunakan Fitur Split Screen Android untuk Multitasking Maksimal
Perkembangan teknologi perangkat bergerak telah mengubah cara kita berinteraksi dengan informasi. Jika dahulu ponsel pintar hanya digunakan untuk satu tugas dalam satu waktu, kini batasan tersebut telah sirna berkat inovasi perangkat lunak yang semakin canggih. Salah satu fitur yang menjadi tonggak sejarah produktivitas di platform Android adalah kemampuan untuk membagi layar atau yang lebih dikenal dengan istilah split screen. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan dua aplikasi secara bersamaan di satu layar, memberikan fleksibilitas yang sebelumnya hanya bisa dinikmati di perangkat komputer desktop.
Kebutuhan akan efisiensi waktu menjadi alasan utama mengapa fitur ini sangat digemari. Bayangkan Anda sedang menonton video tutorial di YouTube sambil mencatat poin-poin penting di aplikasi catatan, atau membalas pesan WhatsApp tanpa harus menutup navigasi Google Maps yang sedang memandu perjalanan Anda. Fleksibilitas ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi kelelahan mental akibat terlalu sering berpindah-pindah antar aplikasi (app-switching) yang terkadang memutus fokus pengguna.
Meskipun fitur split screen sudah tersedia sejak Android 7.0 Nougat, masih banyak pengguna yang belum memanfaatkan potensi penuhnya atau merasa kesulitan dengan perubahan antarmuka pada versi-versi Android terbaru. Google secara konsisten menyempurnakan cara kerja fitur ini agar lebih intuitif dan responsif terhadap berbagai rasio layar ponsel masa kini. Oleh karena itu, memahami mekanisme kerja dan tips optimasi fitur ini sangatlah penting bagi siapa saja yang ingin memaksimalkan penggunaan ponsel pintar mereka untuk menunjang aktivitas profesional maupun hiburan.
Dalam artikel mendalam ini, kita akan mengupas tuntas segala hal mengenai fitur layar belah di Android. Mulai dari pemahaman dasar, langkah-langkah teknis untuk berbagai versi sistem operasi, hingga trik rahasia untuk memaksa aplikasi yang tidak mendukung agar bisa dijalankan dalam mode split screen. Dengan panduan ini, Anda akan mampu bertransformasi menjadi pengguna Android yang lebih produktif dan lihai dalam mengelola multitasking harian.
Memahami Evolusi dan Konsep Dasar Fitur Split Screen di Android
Fitur split screen pertama kali diperkenalkan secara resmi oleh Google pada tahun 2016 melalui Android Nougat. Sebelum masa itu, beberapa produsen ponsel seperti Samsung dan LG sebenarnya sudah mencoba mengimplementasikan fitur serupa dalam antarmuka kustom mereka, namun belum menjadi standar global di ekosistem Android. Dengan menjadikannya fitur bawaan sistem operasi, Google memastikan bahwa pengembang aplikasi memiliki standar yang sama untuk mengoptimalkan aplikasi mereka agar dapat beradaptasi dengan perubahan ukuran jendela secara dinamis.
Konsep dasar dari split screen adalah membagi area tampilan menjadi dua bagian, atas dan bawah (pada mode potret) atau kiri dan kanan (pada mode lanskap). Sistem operasi akan mengalokasikan sumber daya prosesor dan memori secara seimbang agar kedua aplikasi tetap berjalan lancar secara berdampingan. Namun, perlu diingat bahwa menjalankan dua aplikasi sekaligus tentu membutuhkan konsumsi RAM yang lebih besar dibandingkan menjalankan satu aplikasi saja. Untuk memastikan pengalaman multitasking tetap mulus tanpa lag, Anda mungkin perlu mempertimbangkan optimalisasi memori pada perangkat Anda.
Dalam hal performa, sangat disarankan bagi pengguna untuk memahami kapasitas perangkatnya. Jika ponsel Anda memiliki spesifikasi menengah ke bawah, menjalankan dua aplikasi berat secara bersamaan seperti game dan editor video tentu akan membebani sistem. Sebagai referensi tambahan untuk meningkatkan performa perangkat, Anda bisa membaca panduan mengenai Cara Menambah RAM Android Menggunakan Fitur Virtual RAM (RAM Plus) agar aktivitas multitasking menjadi lebih stabil dan responsif.
Langkah-Langkah Mengaktifkan Split Screen pada Android Versi Terbaru
Metode untuk mengaktifkan split screen sedikit berubah seiring dengan diperkenalkannya sistem navigasi berbasis gestur pada Android 10 dan versi di atasnya. Meskipun demikian, prinsip utamanya tetaplah melalui menu Recent Apps atau ringkasan aplikasi yang baru saja dibuka. Berikut adalah panduan umum yang dapat diterapkan pada sebagian besar ponsel Android modern seperti Google Pixel, Samsung Galaxy, Xiaomi, dan lainnya:
- Buka aplikasi pertama yang ingin Anda gunakan dalam mode layar belah.
- Geser ke atas dari bagian bawah layar dan tahan (jika menggunakan navigasi gestur) atau tekan tombol kotak/tiga garis (jika menggunakan navigasi tombol) untuk membuka layar Recent Apps.
- Cari ikon aplikasi yang berada di bagian atas jendela pratinjau aplikasi tersebut.
- Ketuk pada ikon aplikasi tersebut hingga muncul menu dropdown atau pop-up.
- Pilih opsi yang bertuliskan Layar belah, Split screen, atau Buka dalam tampilan layar pisah.
- Setelah aplikasi pertama menempel di bagian atas layar, daftar aplikasi lainnya akan muncul di bagian bawah. Pilih aplikasi kedua yang ingin Anda jalankan.
Pada beberapa antarmuka seperti One UI milik Samsung, langkah ini bisa lebih cepat jika Anda menggunakan fitur Edge Panel. Anda cukup menyeret ikon aplikasi dari panel samping langsung ke tengah layar. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa meskipun dasarnya sama, setiap produsen mencoba memberikan nilai tambah melalui kemudahan akses yang berbeda-beda bagi pengguna setia mereka.
Menyesuaikan Ukuran Jendela dan Navigasi Antar Aplikasi
Setelah kedua aplikasi aktif dalam mode split screen, Anda tidak terbatas pada pembagian layar 50:50. Android memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menyesuaikan proporsi layar sesuai dengan kebutuhan informasi yang ingin dilihat. Di tengah-tengah garis pemisah antara kedua aplikasi, terdapat garis kecil atau titik-titik yang berfungsi sebagai handle atau pegangan untuk menggeser pembatas tersebut.
Jika Anda sedang menonton video dan hanya perlu mencatat sedikit poin, Anda bisa menggeser garis pemisah ke bawah agar jendela video di bagian atas menjadi lebih besar. Sebaliknya, jika Anda sedang fokus membaca dokumen panjang sambil mendengarkan musik, Anda bisa memperkecil jendela pemutar musik dan memberikan ruang lebih luas bagi aplikasi pembaca dokumen. Kemampuan adaptasi ukuran ini sangat krusial agar mata pengguna tidak cepat lelah saat memproses informasi dari dua sumber berbeda.
Selain mengubah ukuran, Anda juga bisa menukar posisi aplikasi dengan mudah. Pada beberapa versi Android, mengetuk dua kali pada garis pemisah akan secara otomatis menukar posisi aplikasi atas ke bawah dan sebaliknya. Hal ini sangat berguna jika Anda merasa posisi aplikasi tertentu lebih nyaman berada di dekat jangkauan jempol saat mengetik. Untuk keluar dari mode ini, Anda cukup menyeret garis pemisah sepenuhnya ke atas atau ke bawah layar hingga salah satu aplikasi tertutup dan aplikasi lainnya kembali memenuhi layar secara penuh.
Mengatasi Aplikasi yang Tidak Mendukung Mode Layar Belah
Salah satu kendala yang sering dihadapi pengguna adalah adanya pesan peringatan berbunyi Aplikasi tidak mendukung layar belah. Beberapa aplikasi, terutama game berat atau aplikasi perbankan yang sangat mementingkan keamanan, sengaja menonaktifkan fitur ini untuk menjaga integritas tampilan dan keamanan data. Namun, bagi Anda yang tetap ingin memaksakan mode ini untuk aplikasi produktivitas yang belum diperbarui oleh pengembangnya, ada trik tersembunyi melalui Opsi Pengembang.
Berikut adalah cara memaksa semua aplikasi agar mendukung split screen:
- Buka Pengaturan lalu masuk ke menu Tentang Telepon.
- Ketuk Nomor Versi atau Build Number sebanyak tujuh kali hingga muncul notifikasi bahwa mode pengembang telah aktif.
- Kembali ke menu pengaturan utama, cari Sistem atau Pengaturan Tambahan, lalu pilih Opsi Pengembang.
- Gulir ke bawah hingga Anda menemukan opsi bernama Paksa aktivitas agar dapat diubah ukurannya atau Force activities to be resizable.
- Aktifkan sakelar pada opsi tersebut, lalu lakukan Restart pada ponsel Anda.
Setelah ponsel menyala kembali, hampir semua aplikasi kini dapat dijalankan dalam mode layar belah. Namun, perlu diingat bahwa karena ini adalah paksaan sistem, beberapa aplikasi mungkin akan mengalami bug visual atau tata letak yang berantakan karena mereka tidak dirancang untuk berjalan dalam jendela kecil. Selalu pastikan sistem operasi Anda berada pada versi terbaru untuk meminimalisir bug semacam ini. Anda bisa merujuk pada Panduan Cara Update Sistem Android Secara Manual via OTA untuk mendapatkan fitur keamanan dan stabilitas terbaru dari Google.
Skenario Terbaik Penggunaan Split Screen dalam Keseharian
Mengaktifkan fitur split screen adalah satu hal, tetapi menggunakannya secara efektif adalah hal lain. Untuk benar-benar merasakan manfaat multitasking, Anda harus mengetahui kombinasi aplikasi apa saja yang paling serasi. Skenario paling umum dan sangat membantu adalah kombinasi antara aplikasi Browser (Chrome) dan Aplikasi Catatan (Keep/Notion). Saat melakukan riset online untuk tugas sekolah atau pekerjaan kantor, Anda bisa langsung menyalin informasi penting ke catatan tanpa harus bolak-balik berpindah jendela.
Skenario lainnya yang tak kalah bermanfaat adalah saat Anda sedang melakukan perjalanan. Menggunakan Google Maps di bagian atas dan aplikasi pemutar musik seperti Spotify di bagian bawah memungkinkan Anda memantau rute sekaligus mengganti lagu dengan aman tanpa kehilangan arah. Bagi para profesional, menjalankan aplikasi Email berdampingan dengan Kalender sangat membantu dalam mencocokkan jadwal rapat tanpa perlu menghafal tanggal dan waktu saat membaca isi pesan email yang masuk.
Bagi mahasiswa atau pelajar, mode split screen adalah penyelamat saat mengikuti kelas daring. Anda bisa membuka aplikasi Zoom atau Google Meet di bagian atas dan membuka PDF Reader atau buku elektronik di bagian bawah. Dengan cara ini, Anda tetap bisa menyimak penjelasan dosen sambil membaca materi yang sedang dibahas secara real-time. Kemungkinan kombinasi ini hampir tidak terbatas dan sangat bergantung pada kreativitas serta kebutuhan spesifik masing-masing individu dalam mengelola beban kerja digital mereka.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Multitasking
Meskipun split screen sangat membantu, ada beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan agar perangkat Anda tidak mengalami panas berlebih atau penurunan performa secara drastis. Pertama adalah konsumsi daya baterai. Menjalankan dua aplikasi aktif secara bersamaan berarti layar harus memproses lebih banyak pembaruan piksel dan prosesor bekerja lebih keras. Jika baterai ponsel Anda sudah dalam kondisi rendah, menggunakan mode split screen akan mempercepat proses pengosongan daya.
Kedua adalah masalah aspek rasio. Pada ponsel dengan layar yang cenderung kecil atau rasio lama (16:9), mode split screen mungkin akan terasa sangat sempit dan tidak nyaman. Fitur ini lebih optimal dinikmati pada ponsel modern dengan aspek rasio memanjang (seperti 20:9) atau pada perangkat tablet dan ponsel layar lipat (foldables). Pada tablet, fitur ini bahkan bisa ditingkatkan menjadi Multi-window yang memungkinkan lebih dari dua aplikasi berjalan sekaligus dalam bentuk jendela melayang (floating windows).
Terakhir, selalu perhatikan izin privasi pada aplikasi yang Anda jalankan berdampingan. Misalnya, jangan membuka aplikasi perbankan di tempat umum saat sedang melakukan split screen dengan aplikasi lain yang mungkin meminta izin perekaman layar atau tangkapan layar. Keamanan data tetap harus menjadi prioritas utama meskipun kita sedang mengejar efisiensi kerja. Dengan penggunaan yang bijak dan pemahaman teknis yang baik, fitur split screen akan menjadi senjata utama Anda dalam menaklukkan tumpukan tugas di era digital yang serba cepat ini.
Penggunaan fitur split screen di Android merupakan solusi cerdas bagi siapa saja yang ingin meningkatkan produktivitas tanpa harus berpindah perangkat. Dengan memahami cara mengaktifkannya melalui menu recent apps, menyesuaikan ukuran jendela sesuai kebutuhan, hingga memanfaatkan opsi pengembang untuk aplikasi yang tidak mendukung, Anda telah membuka potensi maksimal dari ponsel pintar Anda. Ingatlah untuk selalu memperhatikan kapasitas RAM dan daya baterai agar pengalaman multitasking tetap lancar. Melalui kombinasi aplikasi yang tepat, tugas-tugas yang kompleks kini dapat diselesaikan dengan lebih cepat, terorganisir, dan efisien langsung dari genggaman tangan Anda.
