Penyebab Kelopak Mata Bawah Bengkak dan Cara Mengatasinya

Kelopak mata bengkak, khususnya pada bagian bawah, merupakan kondisi yang cukup sering dialami. Keadaan ini kerap muncul setelah bangun tidur atau usai menangis. Pada banyak kasus, pembengkakan tersebut bersifat sementara dan dapat mereda dengan sendirinya.

Meskipun demikian, kelopak mata bawah bengkak tidak selalu berkaitan dengan hal sepele. Ada kondisi tertentu yang menyebabkan penumpukan cairan atau peradangan di area sekitar mata. Oleh karena itu, penting memahami penyebab yang mendasarinya.

Beberapa faktor yang memicu pembengkakan berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, seperti pola tidur dan asupan makanan. Namun, tidak sedikit pula kasus yang berhubungan dengan infeksi atau gangguan kesehatan tertentu.

Dengan mengetahui penyebab kelopak mata bengkak dan cara mengatasinya, penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat. Setiap penyebab memerlukan pendekatan yang berbeda agar pembengkakan dapat mereda secara optimal.

Kelopak mata bengkak akibat kebiasaan sehari-hari

Pembengkakan pada kelopak mata bawah sering kali muncul saat seseorang baru bangun tidur. Kondisi ini berkaitan dengan melambatnya aliran darah menuju jantung selama tidur, sehingga cairan lebih mudah berkumpul di jaringan kelopak mata.

Kurang tidur juga dapat memperparah keadaan tersebut. Saat waktu tidur tidak tercukupi, produksi protein sitokin di dalam tubuh menurun. Akibatnya, kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengendalikan peradangan berkurang, sehingga pembuluh darah di sekitar mata melebar dan cairan merembes ke jaringan sekitarnya.

Selain itu, menangis dapat memicu kelopak mata bawah bengkak. Produksi air mata yang berlebihan dapat tertahan di area kelopak mata bawah, sehingga menimbulkan pembengkakan yang terlihat jelas setelahnya.

Bintitan sebagai penyebab pembengkakan

Bintitan atau hordeolum merupakan salah satu penyebab kelopak mata bawah bengkak. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan yang disertai rasa nyeri dan kemerahan pada kelopak mata.

Bintitan terjadi akibat infeksi bakteri, yang paling sering disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat berkembang ketika kebersihan area mata tidak terjaga dengan baik.

Penggunaan lensa kontak yang kotor, kebiasaan menyentuh mata dengan tangan yang tidak bersih, serta pemakaian make up yang terkontaminasi bakteri juga dapat meningkatkan risiko terjadinya bintitan.

Kalazion dan sumbatan kelenjar minyak

Kalazion merupakan benjolan kecil atau pembengkakan pada kelopak mata yang muncul akibat tersumbatnya kelenjar meibom atau kelenjar minyak. Berbeda dengan bintitan, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.

Pada kalazion, pembengkakan biasanya tidak disertai kemerahan yang mencolok. Meski tampak ringan, kondisi ini tetap dapat menyebabkan kelopak mata bawah terlihat bengkak dalam jangka waktu tertentu.

Peradangan pada selaput mata

Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput yang melapisi bagian dalam kelopak mata serta bagian putih bola mata. Kondisi ini dapat disebabkan oleh alergi, infeksi bakteri, virus, maupun jamur.

Gejala yang sering muncul meliputi mata merah, produksi kotoran mata yang berlebihan, serta pembengkakan pada kelopak mata. Pada sebagian orang, konjungtivitis dapat menyerang satu atau kedua mata sekaligus.

Gangguan pada saluran air mata

Saluran air mata yang tersumbat dapat menyebabkan air mata tidak mengalir dengan baik. Akibatnya, cairan akan menumpuk dan memicu pembengkakan pada kelopak mata bawah, terutama di area dekat hidung.

Kondisi ini sering ditemukan pada bayi baru lahir. Sementara itu, pada orang dewasa, penyumbatan saluran air mata dapat dipicu oleh cedera, infeksi, atau adanya tumor.

Reaksi alergi sebagai pemicu pembengkakan

Alergi merupakan salah satu penyebab umum kelopak mata bawah bengkak. Reaksi ini dapat muncul akibat paparan makanan tertentu, bahan kimia, atau alergen seperti debu, bulu hewan, serbuk sari, dan polusi.

Pembengkakan akibat alergi sering disertai gejala lain, seperti pembengkakan pada mulut, lidah, atau tenggorokan. Pada kondisi tertentu, reaksi ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Infeksi bakteri di sekitar mata

Selulitis periorbital adalah infeksi bakteri yang menyerang jaringan di sekitar mata dan dapat menyebabkan kelopak mata bawah bengkak. Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk melalui luka pada kulit kelopak mata.

Selain luka, gigitan serangga di area sekitar mata juga dapat menjadi pintu masuk bakteri. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi.

Gangguan autoimun yang memengaruhi mata

Penyakit Graves merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, termasuk sel pada kelenjar gondok atau tiroid. Kerusakan pada kelenjar ini menyebabkan gangguan produksi hormon tiroid.

Akibatnya, muncul berbagai masalah pada tubuh, salah satunya pembengkakan pada otot dan jaringan di sekitar mata. Kondisi tersebut membuat mata tampak menonjol dan kelopak mata terlihat bengkak.

Infeksi virus yang menyerang area mata

Herpes zoster juga dapat menjadi penyebab kelopak mata bawah bengkak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster yang memicu ruam dan lepuhan pada kulit.

Ruam dan lepuhan tersebut dapat muncul di area sekitar mata, sehingga menimbulkan pembengkakan pada kelopak mata bawah sebagai salah satu gejalanya.

Pengaruh konsumsi garam berlebih

Konsumsi garam dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan cairan. Natrium yang terkandung di dalam garam berperan dalam proses tersebut.

Penumpukan cairan akibat asupan garam yang tinggi tidak hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu, tetapi juga dapat muncul di jaringan sekitar mata, termasuk kelopak mata bawah.

Cara menangani kelopak mata bawah bengkak

Penanganan kelopak mata bawah bengkak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Pada kondisi ringan, pembengkakan dapat mereda tanpa memerlukan perawatan medis khusus.

Jika pembengkakan disebabkan oleh penyakit, dokter dapat meresepkan obat tertentu. Obat tersebut meliputi antialergi untuk meredakan reaksi alergi, antijamur bila penyebabnya jamur, antibiotik untuk infeksi bakteri, atau antivirus apabila disebabkan oleh virus.

Pada kasus yang berkaitan dengan penyakit Graves, dokter dapat memberikan kortikosteroid seperti prednison. Obat ini digunakan untuk mengatasi reaksi berlebihan dari sel imun sekaligus membantu meredakan pembengkakan.

Selain pengobatan medis, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan pembengkakan pada kelopak mata bawah.

  • Kompres dingin apabila kelopak mata bawah bengkak disertai mata merah, nyeri, dan kantung mata menghitam.
  • Menggunakan kompres air hangat untuk membantu meredakan bengkak akibat sumbatan saluran air mata dan infeksi.
  • Meletakkan kantung teh di atas mata yang tertutup selama 15 hingga 20 menit.
  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam.
  • Mencukupi waktu tidur setiap hari.

Pada sebagian kasus, kelopak mata bawah bengkak dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, kondisi ini tidak boleh diabaikan apabila disertai gejala lain, seperti kelopak mata melepuh, rasa sakit saat mata digerakkan, atau gangguan penglihatan.

Pembengkakan yang disertai reaksi alergi berat, seperti sulit bernapas, muntah berulang, atau sensasi akan pingsan, perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengancam nyawa. Jika keluhan tersebut muncul, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk memastikan penyebab kelopak mata bengkak dan mendapatkan penanganan yang sesuai.