Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air Saat Mandi
Telinga kemasukan air saat mandi merupakan kondisi yang sering dianggap sepele. Pada banyak keadaan, air memang dapat keluar dengan sendirinya tanpa menimbulkan masalah. Namun, ada situasi tertentu ketika air justru tertahan di dalam saluran telinga.
Air yang tidak segera keluar dapat memicu gangguan pada telinga. Jika kondisi ini terjadi berulang atau berlangsung lama, risiko terjadinya peradangan dan infeksi pada saluran telinga bisa meningkat. Oleh karena itu, keluhan ini tidak boleh diabaikan.
Kondisi telinga kemasukan air juga sering dialami oleh orang yang sering berenang. Paparan air yang terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan telinga dan menimbulkan berbagai masalah jika tidak ditangani dengan tepat.
Untuk mencegah dampak yang lebih serius, penting memahami gejala yang dapat muncul serta cara mengatasi telinga kemasukan air saat mandi secara benar sebelum berkembang menjadi infeksi.
Gangguan pada Saluran Telinga akibat Air
Air yang masuk dan terjebak di dalam telinga dapat menyebabkan peradangan pada saluran telinga bagian luar. Saluran ini berada di antara telinga luar dan gendang telinga, sehingga sangat rentan mengalami iritasi jika kondisi lembap berlangsung lama.
Peradangan tersebut dapat menimbulkan kemerahan dan pembengkakan pada saluran telinga eksternal. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai otitis eksterna, yaitu peradangan yang dipicu oleh keberadaan air di dalam telinga.
Jika tidak ditangani, peradangan pada saluran telinga dapat berkembang dan menimbulkan keluhan yang semakin berat. Oleh sebab itu, telinga kemasukan air perlu diperhatikan sejak awal.
Tanda Infeksi yang Muncul di Awal
Pada tahap awal, gejala akibat telinga kemasukan air biasanya masih ringan. Keluhan ini sering kali tidak disadari sebagai tanda infeksi sehingga penanganan kerap tertunda.
Jika infeksi belum menyebar, beberapa gejala ringan dapat dirasakan. Kondisi ini perlu diwaspadai agar tidak berkembang menjadi lebih parah.
- Telinga terlihat kemerahan
- Rasa gatal pada saluran telinga
- Nyeri saat daun telinga ditarik atau ketika mengunyah
- Telinga terasa seperti tertutup cairan
- Keluar cairan bening tanpa bau
Gejala Infeksi pada Tahap Lanjutan
Apabila infeksi tidak segera diobati atau sudah menyebar, keluhan pada telinga kemasukan air akan semakin berat. Gejala yang muncul dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pada kondisi ini, infeksi tidak hanya terbatas pada saluran telinga, tetapi juga dapat memengaruhi area di sekitarnya.
- Nyeri hebat yang menjalar ke wajah, leher, atau sisi kepala
- Kemerahan dan pembengkakan pada bagian luar telinga
- Saluran telinga tersumbat sepenuhnya
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
Pemeriksaan dan Penanganan Medis
Apabila keluhan pada telinga muncul setelah kemasukan air, sebaiknya segera menghubungi dokter spesialis THT. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi telinga dan menentukan penanganan yang sesuai.
Dalam proses pemeriksaan, dokter umumnya akan membersihkan saluran telinga terlebih dahulu. Setelah itu, pengobatan diberikan untuk mengatasi infeksi sekaligus mengurangi pembengkakan yang terjadi.
Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak berenang. Selain itu, telinga perlu dijaga agar tidak kemasukan air selama kurang lebih 7–10 hari.
Peradangan pada saluran telinga yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Kondisi tersebut dapat berdampak pada fungsi pendengaran dan kesehatan jaringan di sekitarnya.
- Hilang pendengaran sementara
- Kondisi berlangsung lama atau sering kambuh
- Osteomielitis akibat penyebaran infeksi ke tulang rawan dan tulang tengkorak
- Selulitis karena infeksi menyebar ke lapisan dalam kulit sekitar telinga
- Miringitis jika infeksi mengenai area dekat gendang telinga
Langkah Mengeluarkan Air dari Telinga
Agar telinga kemasukan air tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, air yang masuk sebaiknya segera dikeluarkan. Tindakan sederhana dapat dilakukan sebelum muncul keluhan lanjutan.
Beberapa cara mengatasi telinga kemasukan air saat mandi berikut ini dapat dicoba untuk membantu mengeluarkan cairan dari dalam telinga.
- Mengelap telinga menggunakan kain atau handuk halus sambil memiringkan telinga ke arah kain, tanpa mendorong kain ke dalam telinga
- Memiringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air sambil menarik daun telinga agar saluran terbuka
- Berbaring dalam posisi miring selama beberapa menit agar air keluar karena pengaruh gravitasi
- Menguap untuk membantu mengurangi ketegangan pada bagian telinga, terutama di area eustachius
- Mengunyah sesuatu sambil memiringkan kepala untuk membantu membebaskan air dari tabung eustachius
- Menggunakan pengering rambut dengan suhu terendah, dipegang sekitar sejengkal dari telinga dan digerakkan perlahan
Jika berbagai cara tersebut tidak berhasil mengatasi telinga kemasukan air, sebaiknya segera mendatangi dokter spesialis THT. Pemeriksaan juga diperlukan apabila muncul nyeri, gatal, kemerahan, keluar darah, atau gangguan pendengaran.
Kesimpulan
Cara mengatasi telinga kemasukan air saat mandi perlu dilakukan sejak awal untuk mencegah terjadinya infeksi dan komplikasi. Penanganan yang tepat serta kewaspadaan terhadap gejala akan membantu menjaga kesehatan telinga.
