Tips Multitasking: Cara Mengatur Floating Window di Android Layar Besar

Di era digital yang serbacepat ini, kemampuan untuk melakukan banyak hal sekaligus atau yang kita kenal dengan istilah multitasking, telah menjadi kunci produktivitas, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Dengan semakin populernya perangkat Android berlayar besar, mulai dari ponsel pintar berukuran jumbo hingga tablet, potensi untuk multitasking menjadi semakin terbuka lebar. Layar yang lebih luas bukan lagi sekadar pajangan konten, melainkan kanvas interaktif yang memungkinkan kita bekerja dengan lebih efisien.

Namun, memiliki layar besar saja tidak cukup tanpa tahu bagaimana memanfaatkannya secara optimal. Banyak pengguna masih terjebak pada penggunaan aplikasi satu per satu, padahal perangkat mereka menyimpan fitur canggih yang bisa meningkatkan efisiensi kerja. Salah satu fitur revolusioner yang sering terlewatkan adalah floating window atau jendela mengambang.

Fitur floating window memungkinkan Anda untuk menjalankan satu atau beberapa aplikasi dalam jendela kecil yang "mengambang" di atas aplikasi utama. Ini membuka dimensi baru dalam multitasking, jauh lebih fleksibel daripada fitur split screen tradisional. Bayangkan, Anda bisa menonton video, membalas pesan, dan melihat catatan pekerjaan, semuanya dalam satu tampilan layar tanpa perlu berpindah aplikasi secara berulang.

Artikel ini akan memandu Anda secara komprehensif tentang cara mengatur dan memanfaatkan fitur floating window di perangkat Android layar besar Anda. Kami akan membahas mulai dari dasar konsep, cara mengaktifkan, hingga tips dan trik tingkat lanjut agar Anda dapat memaksimalkan produktivitas dan pengalaman penggunaan perangkat Android Anda.

1. Memahami Konsep Floating Window dan Keunggulannya

Sebelum kita menyelami langkah-langkah teknis, penting untuk memahami apa itu floating window dan mengapa ia sangat berguna. Floating window, atau sering juga disebut pop-up view atau multi-window mode oleh beberapa produsen, adalah kemampuan sistem operasi Android untuk menampilkan aplikasi dalam bentuk jendela yang dapat diubah ukurannya dan dipindahkan secara bebas di atas antarmuka aplikasi lain yang sedang berjalan di latar belakang. Ini berbeda dengan split screen yang membagi layar menjadi dua bagian yang tetap.

Keunggulan utama dari floating window terletak pada fleksibilitasnya yang tinggi. Berbeda dengan split screen yang membatasi Anda pada dua aplikasi dengan rasio pembagian layar yang sering kali tetap, floating window memungkinkan Anda untuk:

  • Menyesuaikan ukuran jendela: Anda bisa membuat jendela aplikasi sekecil mungkin agar tidak menghalangi, atau memperbesarnya sesuai kebutuhan tanpa memengaruhi aplikasi di latar belakang.
  • Memindahkan posisi jendela: Jendela dapat dipindahkan ke sudut mana pun di layar, memberikan keleluasaan untuk menempatkannya di area yang paling nyaman atau tidak mengganggu.
  • Menjalankan lebih dari dua aplikasi: Beberapa implementasi Android bahkan memungkinkan Anda menjalankan beberapa jendela mengambang sekaligus, meskipun disarankan untuk tidak terlalu banyak agar tidak membingungkan.
  • Mengakses aplikasi lain dengan mudah: Anda tetap dapat berinteraksi dengan aplikasi yang berjalan di latar belakang, sementara jendela mengambang tetap terlihat dan berfungsi.

Dengan keunggulan ini, floating window menjadi alat yang sangat ampuh untuk meningkatkan alur kerja, memungkinkan Anda untuk tetap fokus pada tugas utama sambil tetap memantau informasi penting atau melakukan tugas sekunder dengan cepat dan efisien. Fitur ini sangat cocok bagi pengguna Android layar besar yang membutuhkan produktivitas tinggi.

2. Cara Mengaktifkan Mode Floating Window di Android

Mengaktifkan mode floating window bisa sedikit bervariasi tergantung pada versi Android dan antarmuka pengguna (UI) kustom dari pabrikan perangkat Anda (misalnya, One UI dari Samsung, MIUI dari Xiaomi, OxygenOS dari OnePlus, dll.). Namun, ada beberapa metode umum yang sering digunakan dan dapat Anda coba:

Metode Umum via Recent Apps (Aplikasi Terbaru):

  1. Buka Layar Recent Apps: Geser ke atas dari bagian bawah layar dan tahan (untuk navigasi gerakan) atau ketuk tombol "Recent Apps" (biasanya ikon persegi atau tiga garis vertikal) pada bilah navigasi Anda. Ini akan menampilkan daftar aplikasi yang baru saja Anda gunakan.
  2. Pilih Aplikasi: Cari aplikasi yang ingin Anda jadikan jendela mengambang.
  3. Ketuk Ikon Aplikasi: Di bagian atas kartu pratinjau aplikasi, biasanya terdapat ikon kecil dari aplikasi tersebut. Ketuk ikon ini.
  4. Pilih Opsi Floating Window: Setelah mengetuk ikon, akan muncul menu pop-up dengan beberapa opsi. Cari opsi seperti "Buka dalam tampilan pop-up", "Jendela Mengambang", "Multi-window", atau "Lihat di tampilan layar terpisah/pop-up". Pilih opsi yang sesuai.
  5. Sesuaikan Jendela: Aplikasi akan terbuka sebagai jendela mengambang. Anda dapat menyeretnya untuk memindahkannya atau menyeret sudutnya untuk mengubah ukurannya.

Metode Lain (Bervariasi per Vendor):

  • Melalui Notifikasi: Beberapa aplikasi, terutama pemutar video atau aplikasi perpesanan, memungkinkan Anda untuk langsung membuka konten dalam floating window dari notifikasi.
  • Pintasan Tepi Layar (Edge Panels): Perangkat Samsung dengan One UI sering memiliki "Edge Panels" yang memungkinkan Anda menyeret aplikasi tertentu langsung ke mode floating window atau split screen.
  • Menu Tahan Lama (Long Press): Beberapa UI kustom memungkinkan Anda menekan dan menahan ikon aplikasi di laci aplikasi atau layar beranda, lalu memilih opsi untuk membukanya dalam floating window.
  • Pengaturan Khusus: Beberapa ponsel memiliki pengaturan khusus di bagian "Fitur Lanjutan" atau "Fitur Khusus" yang memungkinkan konfigurasi lebih lanjut untuk mode multi-window.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua aplikasi mendukung mode floating window. Aplikasi yang dirancang untuk layar penuh atau game berat mungkin tidak berfungsi dengan baik dalam mode ini, atau bahkan tidak menawarkannya sama sekali. Selalu periksa pengaturan perangkat Anda atau coba langsung untuk melihat fitur mana yang tersedia.

3. Optimalkan Penggunaan Floating Window untuk Berbagai Skenario

Kini setelah Anda tahu cara mengaktifkannya, mari kita jelajahi berbagai skenario praktis di mana floating window dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas Anda, terutama di Android layar besar:

  • Menonton Video Sambil Berkomunikasi:

    Anda sedang menonton video tutorial penting atau film di YouTube/Netflix, tetapi teman terus mengirim pesan penting di WhatsApp atau Telegram. Alih-alih menghentikan video atau beralih aplikasi, Anda bisa membuka aplikasi perpesanan dalam floating window. Video Anda akan tetap berjalan di latar belakang (atau sebagai PiP jika aplikasi mendukungnya), sementara Anda bisa mengetik balasan dengan cepat. Ini menjaga alur hiburan atau pembelajaran Anda tetap mulus.

  • Mencatat Informasi dari Dokumen atau Web:

    Bayangkan Anda sedang membaca artikel penting di peramban web atau meninjau dokumen PDF, dan Anda perlu mencatat poin-poin utama. Dengan floating window, Anda dapat membuka aplikasi catatan seperti Google Keep atau Samsung Notes dalam jendela kecil yang mengambang di atas peramban atau penampil PDF Anda. Anda bisa langsung mengetik atau menyalin-tempel informasi tanpa harus terus-menerus beralih antar aplikasi. Jika Anda sedang bekerja dengan dokumen penting yang baru saja Anda pindai, fitur ini akan sangat membantu. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Cara Mengubah HP Android Menjadi Scanner Dokumen Berkualitas Tinggi (OCR) untuk efisiensi lebih lanjut dalam proses pencatatan ini.

  • Mengelola Jadwal Saat Membalas Email:

    Anda sedang membalas email kerja penting dan perlu memastikan ketersediaan Anda untuk rapat atau janji. Buka aplikasi email di layar penuh, lalu aktifkan aplikasi kalender Anda (misalnya Google Calendar atau S Planner) dalam floating window. Anda bisa melihat jadwal harian atau mingguan Anda sambil menulis email, memastikan tidak ada konflik janji. Ini sangat efektif untuk profesional yang jadwalnya padat. Untuk mengoptimalkan manajemen waktu Anda, pertimbangkan untuk menggunakan salah satu dari 5 Aplikasi Kalender Android Terbaik yang Terintegrasi dengan Google Workspace yang dapat bekerja secara mulus dengan fitur ini.

  • Membandingkan Informasi dengan Cepat:

    Saat berbelanja online, Anda mungkin ingin membandingkan harga atau spesifikasi produk dari dua toko daring yang berbeda. Buka satu toko di layar penuh dan toko lainnya dalam floating window. Anda juga bisa menggunakan ini untuk membandingkan resep, menerjemahkan teks, atau membandingkan data dari dua spreadsheet. Floating window membuat proses perbandingan menjadi jauh lebih intuitif dan cepat.

Dengan menerapkan skenario-skenario ini, Anda akan segera menyadari betapa fitur floating window dapat menghemat waktu dan mengurangi frustrasi akibat seringnya perpindahan aplikasi. Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mengubah perangkat Android layar besar Anda menjadi pusat produktivitas yang sesungguhnya.

4. Tips Lanjut Mengelola Floating Window Agar Lebih Efisien

Setelah mahir dalam mengaktifkan dan menggunakan floating window untuk skenario dasar, ada beberapa tips lanjutan yang dapat Anda terapkan untuk mengelola jendela-jendela ini dengan lebih efisien dan memaksimalkan pengalaman multitasking Anda:

  • Mengubah Ukuran dan Posisi Jendela:

    Sebagian besar jendela mengambang dapat diubah ukurannya dengan menyeret salah satu sudutnya ke dalam atau ke luar. Anda juga dapat menyeret bilah judul jendela (biasanya area paling atas jendela) untuk memindahkannya ke lokasi lain di layar. Manfaatkan kemampuan ini untuk menyesuaikan jendela agar tidak menutupi informasi penting pada aplikasi latar belakang Anda.

  • Meminimalkan Jendela menjadi Ikon Mengambang:

    Ketika Anda tidak sedang menggunakan jendela mengambang tetapi ingin tetap mudah mengaksesnya, Anda bisa meminimalkannya menjadi ikon kecil yang mengambang di tepi layar. Biasanya, ada tombol minimalkan (ikon garis horizontal atau tanda panah ke bawah) di bilah judul jendela, atau Anda bisa menyeret jendela ke area tertentu di tepi layar untuk meminimalkannya. Ikon ini dapat dipindahkan dan diketuk kapan saja untuk mengembalikan jendela ke ukuran semula.

  • Menutup Jendela Mengambang:

    Setelah selesai menggunakan floating window, Anda bisa menutupnya untuk membebaskan sumber daya dan membersihkan tampilan layar. Tombol tutup (biasanya ikon "X") terletak di bilah judul jendela. Beberapa perangkat memungkinkan Anda menyeret jendela ke bagian bawah layar untuk menutupnya.

  • Mengatur Transparansi (Jika Tersedia):

    Beberapa implementasi floating window, terutama pada UI kustom seperti One UI, memungkinkan Anda untuk mengatur tingkat transparansi jendela. Ini sangat berguna jika Anda ingin melihat konten di balik jendela mengambang tanpa harus memindahkannya. Caranya biasanya dengan mengetuk bilah judul jendela dan mencari opsi pengaturan transparansi atau slider khusus.

  • Menggabungkan dengan Split Screen:

    Untuk produktivitas ekstrem di layar yang sangat besar (seperti tablet), Anda bisa menggabungkan mode split screen dengan floating window. Misalnya, Anda memiliki dua aplikasi di split screen, dan satu atau dua aplikasi tambahan dalam floating window. Ini menciptakan lingkungan kerja yang sangat dinamis, meskipun mungkin membutuhkan sedikit latihan untuk mengelolanya secara efektif.

  • Menyematkan Jendela (Pin Window):

    Beberapa fitur floating window mungkin memiliki opsi "pin" atau "always on top" yang memastikan jendela mengambang tidak tertutup atau tersembunyi secara otomatis saat Anda beralih fokus ke aplikasi lain. Ini berguna untuk aplikasi seperti kalkulator atau kamus yang Anda butuhkan secara konstan.

Dengan menguasai tips-tips ini, Anda akan dapat mengelola ruang kerja digital Anda di Android layar besar dengan presisi dan efisiensi, mengubah perangkat Anda menjadi alat multitasking yang benar-benar canggih.

5. Aplikasi Pihak Ketiga untuk Pengalaman Floating Window yang Lebih Baik

Meskipun fitur floating window bawaan Android (atau UI kustom pabrikan) sudah cukup mumpuni, terkadang ada kebutuhan akan fungsionalitas tambahan atau pengalaman yang lebih seragam di berbagai perangkat. Untuk itulah, ada beberapa aplikasi pihak ketiga yang dapat memberikan pengalaman floating window yang lebih kaya atau bahkan menambahkan kemampuan ini ke aplikasi yang tidak mendukungnya secara native.

Perlu diingat bahwa penggunaan aplikasi pihak ketiga selalu datang dengan pertimbangan keamanan dan kinerja. Pastikan Anda mengunduh aplikasi dari sumber tepercaya seperti Google Play Store dan periksa ulasan serta izin yang diminta aplikasi sebelum menginstalnya.

Berikut adalah beberapa jenis aplikasi atau fitur pihak ketiga yang relevan:

  • Floating Browser/Video Player:

    Banyak peramban web pihak ketiga atau aplikasi pemutar video menawarkan mode mengambang bawaan mereka sendiri. Contohnya, beberapa peramban memungkinkan Anda membuka tautan dalam jendela mengambang, atau pemutar video yang bisa beralih ke mode Picture-in-Picture (PiP) yang serupa dengan floating window. Ini sangat berguna jika Anda ingin menonton video atau membaca artikel sambil melakukan tugas lain.

  • Aplikasi Floating Widgets:

    Beberapa aplikasi menyediakan "widget" yang bisa mengambang di layar. Contohnya adalah floating calculator, floating timer, atau floating notes. Ini bukan aplikasi penuh, melainkan alat bantu kecil yang selalu tersedia tanpa harus membuka aplikasi utama.

  • Manajer Multi-window Pihak Ketiga:

    Ada aplikasi yang dirancang khusus untuk memperluas kemampuan multi-window di Android. Aplikasi seperti "Float Apps" (sebelumnya dikenal sebagai Multi-Window) atau "Tiny Apps" memungkinkan Anda untuk membuka berbagai alat kecil (kalkulator, peramban, notepad, dll.) dalam jendela mengambang yang dapat disesuaikan. Beberapa bahkan mencoba untuk "memaksa" aplikasi yang tidak mendukung floating window untuk berjalan dalam mode ini, meskipun hasilnya mungkin tidak selalu optimal.

  • Aplikasi Desktop-Like Experience:

    Beberapa aplikasi, seperti "Sentio Desktop" atau "Leena Launcher", mencoba mengubah pengalaman Android menjadi lebih mirip desktop, lengkap dengan bilah tugas, ikon desktop, dan tentu saja, jendela aplikasi yang dapat diubah ukurannya dan dipindahkan. Ini adalah solusi yang lebih ekstrem bagi mereka yang ingin menggunakan tablet Android mereka sebagai pengganti laptop ringan.

Saat memilih aplikasi pihak ketiga, prioritaskan stabilitas, fitur yang sesuai kebutuhan Anda, dan tentu saja, reputasi pengembang. Memilih dengan bijak dapat sangat memperkaya pengalaman multitasking Anda di perangkat Android layar besar.

6. Memaksimalkan Ruang Layar Besar Android Anda

Layar besar pada perangkat Android, baik itu ponsel pintar berukuran jumbo maupun tablet, adalah aset berharga yang harus dimanfaatkan secara optimal. Selain floating window, ada beberapa strategi dan fitur lain yang dapat Anda kombinasikan untuk benar-benar memaksimalkan ruang layar Anda dan mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

  • Menggabungkan Floating Window dengan Split Screen:

    Jangan ragu untuk menggunakan kedua fitur ini secara bersamaan. Misalnya, Anda dapat membuka dua aplikasi dalam mode split screen (misalnya, email dan dokumen) dan kemudian membuka aplikasi ketiga (seperti kalkulator atau aplikasi chat) dalam floating window. Ini menciptakan lingkungan kerja yang sangat komprehensif, memungkinkan Anda untuk mengelola tiga atau bahkan lebih aplikasi secara simultan di satu layar.

  • Memanfaatkan Mode Desktop atau DeX (Samsung):

    Beberapa perangkat Android premium, terutama dari Samsung (dengan DeX) atau Motorola (dengan Ready For), menawarkan mode desktop. Mode ini mengubah antarmuka Android menjadi mirip sistem operasi desktop ketika dihubungkan ke monitor eksternal, lengkap dengan jendela yang dapat diubah ukurannya dan bilah tugas. Ini adalah evolusi multitasking layar besar yang paling ekstrem dan sangat cocok untuk penggunaan layaknya PC.

  • Penggunaan Keyboard dan Mouse Eksternal:

    Untuk pengalaman yang lebih mirip desktop, hubungkan keyboard Bluetooth dan mouse ke perangkat Android Anda. Ini akan sangat meningkatkan kecepatan mengetik, navigasi, dan interaksi dengan jendela mengambang atau aplikasi di split screen. Kombinasi ini mengubah tablet atau ponsel Anda menjadi stasiun kerja portabel yang powerful.

  • Mengatur Ukuran Tampilan (DPI):

    Dalam pengaturan tampilan perangkat Anda, seringkali ada opsi untuk mengubah ukuran tampilan atau DPI (dots per inch). Mengurangi ukuran tampilan akan membuat elemen-elemen di layar terlihat lebih kecil, sehingga Anda mendapatkan lebih banyak ruang layar untuk menampilkan konten. Ini memungkinkan lebih banyak teks atau ikon yang terlihat sekaligus, yang sangat membantu saat bekerja dengan banyak jendela.

  • Menggunakan Aplikasi yang Dioptimalkan untuk Tablet:

    Beberapa aplikasi dirancang khusus untuk memanfaatkan layar besar tablet, menawarkan tata letak yang berbeda atau panel ganda. Cari aplikasi yang berlabel "tablet-optimized" di Play Store, karena ini akan memberikan pengalaman yang lebih baik saat digunakan bersama dengan floating window atau split screen.

Dengan menggabungkan fitur-fitur ini, Anda tidak hanya menggunakan floating window, tetapi Anda menciptakan ekosistem kerja yang terintegrasi dan efisien di perangkat Android layar besar Anda. Ini adalah langkah maju yang signifikan dari sekadar "menggunakan aplikasi" menjadi "mengelola alur kerja" secara digital.

Fitur floating window atau jendela mengambang merupakan salah satu inovasi terpenting dalam sistem operasi Android yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, terutama pada perangkat dengan layar besar. Kemampuannya untuk menjalankan aplikasi dalam jendela yang fleksibel, dapat diubah ukurannya, dan dipindahkan, membuka dimensi baru dalam multitasking yang jauh melampaui kemampuan split screen tradisional. Dari sekadar membalas pesan sambil menonton video, hingga mencatat poin penting dari dokumen sambil mengelola jadwal, floating window adalah kunci untuk memaksimalkan efisiensi digital Anda.

Kami telah membahas dasar-dasar konsep, langkah-langkah aktivasi yang bervariasi antar perangkat, skenario penggunaan praktis yang relevan untuk kehidupan sehari-hari, serta tips lanjutan untuk mengelola jendela agar lebih efisien. Selain itu, kami juga menyinggung tentang peran aplikasi pihak ketiga yang dapat memperkaya pengalaman multitasking dan bagaimana Anda dapat mengombinasikannya dengan fitur-fitur lain seperti mode desktop atau aksesori eksternal untuk benar-benar memanfaatkan potensi penuh dari perangkat Android layar besar Anda.

Jangan biarkan layar besar perangkat Android Anda hanya menjadi pajangan. Mulailah bereksperimen dengan floating window dan fitur multitasking lainnya. Dengan sedikit latihan, Anda akan menemukan cara kerja yang paling sesuai dengan alur kerja Anda, sehingga perangkat Anda bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga pusat produktivitas yang canggih. Manfaatkan teknologi yang ada untuk bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras, dan rasakan peningkatan signifikan dalam efisiensi harian Anda.