Chipset Android Terbaik untuk Gaming Tanpa Lag

Chipset menjadi komponen utama yang menentukan kemampuan sebuah ponsel saat menjalankan game dengan beban tinggi. Banyak pengguna menilai performa gaming hanya dari RAM atau kapasitas penyimpanan, padahal kinerja prosesor memiliki peran paling besar. Ketika chipset tidak memadai, game berat akan terasa tersendat meskipun spesifikasi lain terlihat tinggi.

Perkembangan industri semikonduktor global turut memengaruhi arah pengembangan chipset ponsel. Pembatasan kerja sama dengan pabrik tertentu membuat sebagian produsen harus mengembangkan teknologi sendiri. Situasi tersebut justru mendorong lahirnya berbagai chipset baru dengan pendekatan dan strategi yang berbeda.

Beberapa perusahaan berhasil menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan prosesor berperforma tinggi. Contohnya dapat dilihat dari hadirnya chipset dengan fabrikasi kecil dan konfigurasi inti yang semakin efisien. Upaya ini memperlihatkan bahwa kualitas tidak hanya bergantung pada satu ekosistem industri.

Melalui pembahasan berikut, artikel ini mengulas chipset android terbaik untuk gaming yang mampu menangani game berat dengan stabil, sekaligus menjelaskan karakteristik masing-masing prosesor sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih perangkat.

Peran Chipset dalam Pengalaman Bermain Game

Sebelum menentukan pilihan ponsel, sebagian besar pengguna biasanya memperhatikan desain dan spesifikasi umum. Bagi banyak pria, fokus utama sering diarahkan pada prosesor agar aktivitas bermain game berjalan lancar. Di sisi lain, sebagian pengguna lebih tertarik pada kemampuan kamera untuk kebutuhan foto dan video.

Jika ditelaah lebih jauh, prosesor tidak hanya berpengaruh pada kecepatan game, tetapi juga berdampak pada kualitas pemrosesan gambar. Chipset berperan dalam mengatur kinerja GPU, pengolahan visual, serta efisiensi daya saat menjalankan aplikasi berat. Oleh karena itu, pemilihan chipset menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan.

Bagi pengguna yang masih membandingkan beberapa pilihan ponsel, memahami karakter chipset dapat membantu menentukan perangkat yang paling sesuai. Daftar berikut menyajikan chipset android terbaik untuk gaming yang layak dipertimbangkan berdasarkan kemampuan dan spesifikasi yang dimiliki.

MediaTek Dimensity 9000+

MediaTek Dimensity 9000+ menjadi salah satu chipset yang mampu bersaing dengan prosesor kelas atas lainnya. Chipset ini diklaim mengalami peningkatan kecepatan clock sebesar 5 persen serta peningkatan GPU lebih dari 10 persen dibandingkan Dimensity 9000. Klaim tersebut menunjukkan adanya penyempurnaan dari generasi sebelumnya.

Hasil pengujian performa memperlihatkan bahwa Dimensity 9000+ mencatat skor 1.327 untuk single-core dan 4.307 untuk multi-core berdasarkan data NanoReview. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Snapdragon 8+ Gen 1 yang memperoleh skor 1.271 pada single-core dan 3.832 pada multi-core.

MediaTek Dimensity 9200

MediaTek Dimensity 9200 hadir dengan fabrikasi 4 nm dan membawa sejumlah peningkatan dibandingkan pendahulunya. Chipset ini diklaim memiliki peningkatan single core sebesar 10 persen, multi core 12 persen, serta konsumsi daya yang lebih irit hingga 25 persen.

Konfigurasi CPU yang digunakan menerapkan formasi 1+3+4 dengan mikroarsitektur Cortex X3 berkecepatan 3,05 GHz, Cortex A715 2,85 GHz, dan Cortex A510 1,8 GHz. Untuk pengolahan grafis, chipset ini dibekali GPU Immortalis-G715 yang telah mendukung teknologi ray tracing berbasis hardware.

Dukungan memori juga menjadi keunggulan lain karena Dimensity 9200 kompatibel dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4. Pada pengujian AnTuTu 9, chipset ini mencatat skor 1.265.328, sementara GeekBench 5 menunjukkan skor 1.424 untuk single core dan 4.471 untuk multi core.

MediaTek Dimensity 9200+

Dimensity 9200+ dikembangkan sebagai versi penyempurnaan yang diklaim mampu menyaingi Snapdragon 8 Gen 2. MediaTek menyebut adanya peningkatan kinerja CPU dan GPU hingga 10 persen dibandingkan varian reguler.

Chipset ini tetap menggunakan fabrikasi 4 nm dengan konfigurasi delapan inti berformasi 1+3+4. CPU terdiri dari satu inti Cortex-X3 dengan kecepatan 3,35 GHz, tiga inti Cortex-A715 3 GHz, serta empat inti Cortex-A510 2,0 GHz. GPU Mali-G715-Immortalis dengan 11 core bekerja pada kecepatan maksimum 1.147,77 MHz.

Fitur yang disematkan meliputi dukungan ray tracing, MediaTek APU 680 untuk pemrosesan AI, serta prosesor gambar MediaTek Imagiq 890. Chipset ini mendukung RAM LPDDR5X, UFS 4.0, kamera hingga 320 MP, WiFi 7, dan layar WQHD dengan refresh rate 144 Hz. Skor pengujian NanoReview mencatat 1.487 untuk single core dan 5.380 untuk multi core.

Samsung Exynos 2100

Samsung Exynos 2100 digunakan pada seri Samsung Galaxy S21. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi EUV 5 nm dan dikenal menawarkan performa yang stabil tanpa menyebabkan panas berlebih pada perangkat.

Konfigurasi delapan inti dibagi ke dalam tiga klaster, yaitu dua Cortex-A78 berkecepatan 2,8 GHz, satu Cortex-X1 2,9 GHz, serta empat Cortex-A55 2,2 GHz. Untuk grafis, Exynos 2100 menggunakan ARM Mali-G78 MP14 yang memberikan peningkatan kualitas visual dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain itu, chipset ini mendukung pemrosesan gambar hingga resolusi 200 MP, sehingga tidak hanya unggul untuk gaming tetapi juga mendukung kebutuhan fotografi.

Kirin 9000

Kirin 9000 merupakan chipset Huawei yang dipasangkan pada Huawei Mate 60. Berdasarkan NanoReview, prosesor ini mencatat skor AnTuTu v10 sebesar 898.955, serta skor GeekBench 6 sebesar 1.216 untuk single core dan 3.588 untuk multi core.

Spesifikasi CPU mencakup satu Cortex X1 2,62 GHz, tiga inti Cortex A710 2,15 GHz, dan empat inti Cortex A510 1,53 GHz. GPU yang digunakan adalah Maleoon 910 dengan frekuensi 750 MHz.

Chipset ini telah mendukung jaringan 5G, penyimpanan UFS 4.0, dan RAM LPDDR5, sehingga mampu menangani kebutuhan gaming modern dengan cukup baik.

Qualcomm Snapdragon 870

Snapdragon 870 dibangun dengan fabrikasi 7 nm TSMC dan masih menjadi pilihan populer untuk bermain game. Konfigurasi delapan inti mencakup satu Kryo 585 Prime 2,42 GHz dan empat Kryo 585 Silver 1,8 GHz.

Untuk grafis, chipset ini mengandalkan Adreno 650 dengan frekuensi 670 MHz. Dukungan lain meliputi RAM LPDDR5, UFS 3.0 atau 3.1, serta layar 4K dengan refresh rate hingga 144 Hz.

Hasil pengujian menunjukkan skor AnTuTu v10 sebesar 801.876 dan GeekBench 6 dengan 1.134 pada single core serta 3.306 pada multi core.

Qualcomm Snapdragon 888

Snapdragon 888 pertama kali diperkenalkan melalui Xiaomi Mi 11. Chipset ini menggunakan fabrikasi 5 nm dan memiliki delapan inti yang terdiri dari satu Kryo 680 Prime berbasis Cortex X1 2,84 GHz, tiga Kryo 680 Gold berbasis Cortex A78 2,42 GHz, serta empat Kryo 680 Silver berbasis Cortex A55 1,8 GHz.

Berdasarkan NanoReview, skor AnTuTu v10 mencapai 857.547, sedangkan GeekBench 6 mencatat 1.055 untuk single core dan 3.400 untuk multi core.

Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1

Snapdragon 8+ Gen 1 dirilis pada kuartal ketiga 2022 dan banyak digunakan pada smartphone flagship. Chipset ini memakai arsitektur 1+3+4 dengan peningkatan kecepatan pada setiap inti dibandingkan versi reguler.

GPU Adreno 730 bekerja pada kecepatan 900 MHz untuk menghasilkan grafis yang lebih optimal. Selain itu, chipset ini dilengkapi modem X65 5G yang mendukung konektivitas berkecepatan tinggi.

Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2

Snapdragon 8 Gen 2 diperkenalkan pada 16 November 2022 dan masih dikenal luas karena kemampuannya. Chipset ini mendukung RAM LPDDR5X, UFS 4.0, serta GPU Adreno 740 dengan akselerasi ray tracing dan codec AV1 berbasis hardware.

Dibandingkan generasi sebelumnya, GPU pada chipset ini diklaim 25 persen lebih kencang dengan konsumsi daya 45 persen lebih hemat.

Apple A15 Bionic

Apple A15 Bionic menjadi chipset andalan pada iPhone 13 series. Prosesor ini memiliki dua inti berkinerja tinggi, empat inti efisiensi, dan total 15 miliar transistor.

Berdasarkan GeekBench, A15 Bionic mencatat skor 1.746 untuk single core dan 4.772 untuk multi core, menunjukkan kemampuan pemrosesan yang sangat kuat untuk berbagai kebutuhan.

Kesimpulan dari pembahasan ini menunjukkan bahwa chipset android terbaik untuk gaming hadir dari berbagai produsen dengan karakter berbeda. Dengan memahami spesifikasi dan kemampuan masing-masing, pengguna dapat menentukan pilihan chipset android terbaik untuk gaming sesuai kebutuhan tanpa harus mengorbankan performa.